UKM Maharipal Tunjukan Eksistensi Olah Sampah Melalui Ecobrick

Foto: Tim Ecobrick UKM Maharipal UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Raden Intan Pecinta Alam (Maharipal) UIN Raden Intan Lampung tunjukan eksistensi dalam mengatasi masalah sampah.

Hal tersebut merupakan respon positif UKM Maharipal terhadap kondisi masyarakat saat ini yang dirasa kurang peduli dengan lingkungan terutama dalam hal penanggulangan sampah khususnya sampah plastik.

Atas dasar ini, UKM Maharipal UIN Raden Intan Lampung membentuk tim Ecobrick sebagai upaya penanggulangan sampah anorganik khususnya sampah plastik. Ecobrick sendiri merupakan metode pengolahan sampah plastik yang dipotong kecil kemudian dipadatkan dalam wadah botol plastik.

Selanjutnya, botol-botol yang sudah terisi secara padat tersebut dirangkai menjadi berbagai macam kerajinan baik berupa hiasan ruangan maupun sebagai benda bermanfaat yang bisa digunakan dalam keseharian.

Miftahul Sobri menjelaskan Ecobrick sangat cocok diterapkan sebagai solusi mengurangi limbah plastik. Selain itu, menurutnya kegiatan ini juga bisa menjadi sarana untuk menyalurkan dan menumbuhkan bakat seni khususnya para anggota UKM Maharipal.

Ecobrick ini cocok sekali bagi para pemuda sebagai stimulan untuk lebih kreatif karena hasil dari Ecobrick ini bisa dirangkai menghasilkan berbagai macam kerajinan seperti menjadi meja, kursi, bahkan bisa dibuat sebagai bahan dasar bahan bangunan”, jelas Ketua Umum UKM Maharipal tersebut.

Selain itu, tujuan lain dari kegiatan Ecobrick ini adalah membantu langkah UIN Raden Intan Lampung menuju kampus hijau berwawasan lingkungan rujukan internasional.

“Seperti yang disampaikan Rektor (Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag., red) bahwa beliau berharap kampus ini bisa menjadi kampus islami yang berwawasan lingkungan,” tutupnya.

Sementara Ketua Tim Ecobrick UKM Maharipal menyampaikan bahwa untuk mensukseskan kegiatan ini, pihaknya mewajibkan setiap anggota membuat tiga botol Ecobrick sebagai langkah awal.

“Kami bebankan tiga botol bagi setiap anggota, kemudian hasilnya akan kami buat kursi dan meja,” jelas Erick Sandiego.

Erick beserta timnya akan terus mengkampanyekan Ecobrick. Pihaknya berharap pengolahan limbah plastik ini bisa diterapkan masyarakat luas terutama kalangan anak muda, sehingga bisa mengurangi produksi limbah plastik yang ada. (Rls/RS)

Mahasiswa UIN Lampung Urai Sampah Melalui Pengomposan

Foto: Praktikum pengomposan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UIN Raden Intan

Bandar Lampung – Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Provinsi Lampung, Kampus UIN Raden Intan memiliki problem yang sama dengan beberapa kampus besar di Indonesia yakni banyaknya produksi sampah setiap harinya.

Diambil dari data yang diperoleh Tim Pengembangan Kampus Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (TPKBBL) bahwa limbah sampah yang dihasilkan Kampus UIN Raden Intan Lampung setiap harinya rata-rata berkisar 3-4 ton baik organik maupun anorganik.

Menyikapi situasi tersebut, Kampus UIN Raden Intan Lampung melalui Prodi Pendidikan Biologi melakukan pengelolaan sampah melalui pengomposan. Hal tersebut disampaikan Irawansyah selaku koordinator praktikum pengomposan yang ditemui di sela-sela praktikum (18/11). Menurutnya praktikum tersebut diikuti sebanyak 112 Mahasiswa Prodi Biologi semester 5.
“Praktikum ini diikuti 4 kelas dan didampingi oleh 8 asisten, hari ini kami melakukan pengomposan kurang lebih sebanyak 250 kilogram sampah organik,” tutur Irawan.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Eko Kuswanto selaku Dosen Pengampu mata kuliah Ekologi menjelaskan bahwa saat ini kampus UIN Raden Intan Lampung memproduksi cukup banyak sampah setiap harinya.
“Persentase terbesar dari jumlah sampah tersebut adalah sampah organik yang potensial untuk dikembangkan sebagai pupuk. Selain pupuknya berguna bagi tumbuhan, pengomposan juga berperan penting dalam mengurangi debit sampah kampus,” terang Dr. Eko Kuswanto yang juga merupakan Ketua TPKBBL UIN Raden Intan Lampung.

Di tempat lain, Sulistyani Faozah, S.P. menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan pengomposan oleh puluhan mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi tersebut. Menurutnya hal tersebut memang seharusnya dilakukan dan mahasiswa harus ikut ambil bagian dan berkepentingan dalam program TPKBBL khususnya pada bidang penanganan limbah.
“Dalam pengelolaan sampah organik menjadi kompos merupakan bagian dari pengaplikasian keilmuan yaitu bioteknologi dan kewirausahaan,” tutur salah satu anggota TPKBBL tersebut.

Anggota TPKBBL bidang pengelolaan limbah ini juga menyampaikan bahwa dengan peran serta dan keikutsertaan mahasiswa maka akan makin terasah pengalaman dan juga timbul ide-ide baru yang bermanfaat kedepannya. (RS)

TPKBBL: Botol dan Gelas Plastik Air Mineral Sumbang 20% Sampah Anorganik di Kampus

Foto: Beberapa pegawai UIN Lampung yang mendapat kampanye tumbler

Hari ini (26/10) UIN Raden Intan Lampung rayakan HUT yang ke-50. Salah satu agenda untuk memeriahkan dies natalis emas ini telah dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Ekologi (KSE) dengan membagikan tumbler untuk mengkampanyekan gaya hidup hijau dalam bentuk pengurangan limbah plastik yang dihasilkan dari kemasan air mineral.

“Saya sangat mendukung aktivitas yang dilakukan oleh kelompok mahasiwa tersebut, mereka sangat peduli dengan keseimbangan alam. Hal ini wajib ditiru dan ditularkan,” ungkap Lusfina salah seorang pegawai UIN Lampung yang mendapat hadiah tumbler.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Puji Rahardjo, M.Hum., bahwa dari keseluruhan limbah anorganik yang dihasilkan oleh Kampus UIN Lampung 20% bersumber dari limbah kemasan air mineral.

“Ini perlu menjadi perhatian khusus agar kampus ini menjadi kampus yang sehat juga ramah lingkungan. Kami sangat mendukung kampanye hijau yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa tersebut,” tegas Wakil Ketua Tim Pengembangan Kampus Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (TPKBBL) UIN Raden Intan Lampung tersebut. (RS)