Desa Trimulyo, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan- Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberdayakan Masyarakat 12 Dusun dan Kelompok 259 Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama-sama telah melaksanakan program ketahan pangan dengan menanam bibit pohon alpukat.

Progam Ketahanan Pangan adalah kemampuan suatu desa atau komunitas desa untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri dan berkelanjutan, dengan memperhatikan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, serta nilai gizi dari pangan yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan visi penanggung jawab desa bapak Rohmadi menjadikan Desa Trimulyo menjadi penghasil komoditas alpukat.

Pada kegiatan ini, kelompok 259 KKN Desa Trimulyo membagikan bibit pohon alpukat ke 12 Dusun salah satunya di dusun alam kari satu, sehubungan dengan program pemerintah yaitu BLT (Bantuan Langsung Tunai), dengan tujuan untuk mendukung mereka dalam memahami pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan ruang hijau di lingkungan rumah masing-masing.

Acara dimulai dengan penjelasan tentang pemahaman ketahanan pangan dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) di Balai Desa Trimulyo, di mana para peserta diajari pentingnya menghasilkan pangan yang berkualitas dan hasil panen yang baik. Mereka juga diberikan informasi tentang potensi bisnis dan pengembangan ekonomi lokal yang dihasilkan dari buah alpukat.

Setelah penyampaian materi singkat, kelompok 259 KKN Raden Intan Lampung bersama bapak ibu warga Desa Trimulyo melaksanakan pembagian bibit pohon alpukat serta di distribusikan ke warga yang di laksanakan perdusun, kemudian warga dapat menerima bibit dengan syarat dan ketentuan membawa KK (Kartu Keluarga) agar pembagian dapat terbagi dengan menyeluruh.

Proses pembagian bibit alpukat mejadikan salah satu upaya berbaurnya mahasiswa KKN Uin Raden Intan Lampung dengan masyarakat Desa Trimulyo. Hal ini juga menjadikan momen ceria sehingga dapat berbagi pengalaman dan ide inovasi dari program ketahan pangan.

Selama kegiatan berlangsung, kelompok 259 KKN juga memberikan penjelasan tentang upaya-upaya keberlanjutan yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa. Sebagai penutup kegiatan, dilakukan diskusi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan ketahanan pangan serta menciptakan ekonomi lokal dengan komoditas yang ditumbuhkan bersama.

Semoga program ini menjadi langkah awal yang berarti menuju desa yang tahan pangan serta berkelanjutan. Program seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan inisiatif tahan pangan dan ekonomi tinggi dari produk lokal serta menjadi solusi baik bagi bumi yang lebih sehat. (NF)