Mau Tahu Peringkat Kampus Terhijau di Indonesia Tahun 2018?

Peringkat Universitas Dunia UI GreenMetric adalah acara publikasi tahunan peringkat universitas di dunia yang dilaksanakan oleh UI GreenMetric. UI GreenMetric menilai universitas berdasarkan komitmen dan tindakan universitas terhadap penghijauan dan keberlanjutan lingkungan.

Berikut 50 besar kampus terhijau se-Indonesia tahun 2018 versi UI GreenMetric:

  1. Universitas Indonesia (Skor 7625)
  2. Institut Pertanian Bogor (Skor 7450)
  3. Universitas Diponegoro (Skor 7025)
  4. Institut Teknologi Sepuluh November (Skor 6975)
  5. Universitas Negeri Semarang (Skor 6925)
  6. Universitas Gajah Mada (Skor 6850)
  7. Universitas Sebelas Maret (Skor 6600)
  8. Universitas Islam Indonesia (Skor 6550)
  9. Universitas Padjadjaran (Skor 6150)
  10. Telkom University (Skor 5975)
  11. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Skor 5650)
  12. Universitas Brawijaya (Skor 5575)
  13. Universitas Multimedia Nusantara (Skor (Skor 5375)
  14. Universitas Sumatera Utara (Skor 5300)
  15. Universitas Riau (Skor 5075)
  16. Institut Teknologi Bandung (Skor 4975)
  17. Universitas Airlangga (Skor 4900)
  18. UIN Raden Intan Lampung (Skor 4800)
  19. Universitas Negeri Medan (Skor 4475)
  20. Universitas Lampung (Skor 4400)
  21. Universitas Teuku Umar (Skor 4375)
  22. Universitas Syiah Kuala (Skor 4325)
  23. Universitas Pelita Harapan (Skor 4325)
  24. Universitas Andalas (Skor (Skor 4250)
  25. Universitas Medan Area (Skor 4225)
  26. Yogyakarta State University (Skor 4150)
  27. Universitas Surabaya (Skor 4125)
  28. Universitas Hasanudin (Skor 4125)
  29. Universitas Bengkulu (Skor 4100)
  30. Universitas Mataram (Skor 4075)
  31. Universitas Sam Ratulangi (Skor 3975)
  32. Universitas Pancasila (Skor 3925)
  33. Universitas Halu Oleo (Skor 3875)
  34. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (Skor 3825)
  35. Universitas Bangka Belitung (Skor 3800)
  36. Universitas Negeri Padang (Skor 3775)
  37. Universitas Sanata Dharma (Skor 3725)
  38. Universitas Nasional (Skor 3700)
  39. Universitas Terbuka (Skor 3650)
  40. Universitas Maritim Raja Ali Haji (Skor 3625)
  41. Universitas Jember (Skor 3575)
  42. Universitas Negeri Jakarta (Skor 3425)
  43. Universitas Negeri Manado (Skor 3425)
  44. Universitas Pendidikan Indonesia (Skor 3375)
  45. Universitas Negeri Surabaya (Skor 3250)
  46. Universitas Sriwijaya (Skor 3200)
  47. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Skor 3175)
  48. Universitas Negeri Malang (Skor 3125)
  49. Universitas Gunadarma (Skor 3100)
  50. Universitas Tarumanagara (Skor 3050)

Hasil peringkat tersebut diumumkan hari ini (19/12) di Kampus Universitas Indonesia. (RS)

KSE Adakan Kuliah Umum dan Penanaman Bibit

Penandatanganan MoU BPDASHL WSS – UIN Lampung tentang kelestarian alam dan lingkungan (Dok. Istimewa)

Bandar Lampung – Dalam rangka Gerakan Pemulihan DAS dan Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2018, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) bekerja sama dengan Kelompok Studi Ekologi (KSE) UIN Raden Intan Lampung adakan kuliah umum dan penanaman bibit pohon (18/12).

Nur Aini Septi Susilawati menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung visi UIN Raden Intan menuju kampus hijau berwawasan lingkungan, program-program yang berkaitan dengan Green Campus harus sering diadakan salah satunya adalah program pembuatan arboretum (tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan) oleh KSE.

“Kegiatan penanaman bibit pohon hari ini merupakan salah satu pelaksanaan program green campus yang merupakan bentuk upaya perluasan arboretum kampus dan melibatkan 120 mahasiswa Pendidikan Biologi, jajaran pimpinan UIN, serta BPDASHL WSS. Hal ini merupakan awal yang baik untuk kedua belah pihak,” jelas Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.

Foto: Penanaman bibit pohon oleh BPDASHL WSS dan sivitas akademika di lahan arboretum UIN Lampung (Dok. Istimewa)

Lutfio Ridho Rizqia Putera selaku Ketua KSE menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak BPDASHL WSS atas diselenggarakannya kegiatan penanaman bibit pohon tersebut.

“Alhamdulillah dengan diadakanya kegiatan penanaman bibit pohon ini, selain sebagai upaya nyata menjaga kelestarian alam juga diharapkan mampu menumbuhkan minat dan semangat mahasiswa tentang begitu pentingnya peran pohon bagi kehidupan manusia. Kami akan terus mendukung secara maksimal semua kegiatan kampus yang berhubungan dengan kelestariaan alam dan lingkungan. Hijaukan kampusmu, hijaukan hidupmu!” tutup mahasiswa Pendidikan Biologi tersebut.

Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M. Ag. yang hadir dalam agenda tersebut mengapresiasi kesediaan BPDASHL WSS untuk kerjasama dengan UIN perihal kelestarian alam dan lingkungan. “Kami punya mimpi dan visi untuk mewujudkan kampus hijau rujukan internasional. Kami sangat bersyukur banyak pihak yang mau bekerjasama dengan UIN,” ujarnya.

Foto: Penanaman bibit pohon oleh BPDASHL WSS dan sivitas akademika di lahan arboretum UIN Lampung (Dok. Istimewa)

Pada kesempatan tersebut, rektor menyampaikan akan membuat kampus menjadi nyaman, asri, dan bersih. Ia juga berharap kepada pihak BPDASHL WSS untuk dapat membantu menghijaukan UIN baik di kampus yang berlokasi di Sukarame dan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, maupun lahan yang di Kota Baru, Lampung Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Dustirawan, S.Hut., M.M. juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Menurutnya, frekuensi antara UIN dan pihaknya sudah sama terkait kelestarian alam dan lingkungan. Pihaknya siap mendukung menghijaukan Kampus UIN lebih elok dan asri lagi.

“Tinggal bagaimana menjalankan kerjasama ini. UIN punya lahan 60 Hektare (di Kota Baru), kita harus rancang sejak awal perencanaannya. UIN harus bangga, tidak ada Fakultas Kehutanan, (Fakultas) Pertanian, tetapi Ekologi (kampus) nya cukuo bagus,” kata Kepala BPDASHL WSS tersebut dalam sambutannya. (RS)

Hari Pohon Sedunia Menurut Generasi Milenial

Foto: Hari Pohon Sedunia TPKBBL UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung – Setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia yang dijadikan momentum untuk mengingatkan betapa pentingnya peran pohon pada bioma terestrial.

Dampak pemanasan global bagi bumi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, terlebih dengan semakin banyaknya hutan yang gundul akibat penebangan pohon secara liar. Padahal fungsi pohon sangat penting untuk menyerap gas karbondioksida ataupun gas beracun lainnya di udara. Selain itu keberadaan pohon mampu menghasilkan oksigen, yang sangat dibutuhkan bagi makhluk hidup di bumi.

Menurut Nur Aini Septi Susilawati, pohon berperan sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Pohon juga berfungsi sebagai pondasi bumi dan juga sebagai paru-paru dunia serta berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara yang terdapat dalam tanah.
“Kita sebagai generasi milenial harus menjaga kelestarian pohon di bumi dengan menjaga dan menanam kembali pohon. Fakta hari ini, penebangan liar dan pengalihan lahan dari hutan menjadi lahan perkebunan dan atau permukiman akan sangat berdampak bagi kehidupan,” jelas mahasiswa yang beberapa waktu lalu mengoordinir kegiatan Penanaman Seribu Bibit Pohon di Kampus Hijau UIN Raden Intan Lampung.

Dalam kesempatan lain, Lutfio Ridho Rizqia Putera menjelaskan bahwa bagaimanapun pohon memberi kontribusi besar dalam kehidupan manusia, kebanyakan generasi muda saat ini tidak memperdulikan pentingnya pohon dalam kehidupan. “Mari tanam dan rawat pohon dengan baik,” ajak Ketua Kelompok Studi Ekologi (KSE) UIN Raden Intan tersebut.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Wakil Ketua KSE Bima Sapta Dinata, menurutnya saat ini majunya teknologi dan modernisasi manusia masih belum ramah terhadap alam. Polusi dari kendaraan yang saat ini mengotori udara masih belum mampu teratasi, mirisnya pohon-pohon hutan menjadi sasaran utama illlegal logging yang tidak bertanggung jawab. “Pola pikir dan kesadaran manusia modern tentang alam masih belum dikategorikan belum baik, oleh karenanya sebagai generasi milenial marilah kita jaga alam terutama pohon sebagai pemasok oksigen dunia,” terang Bima.

Foto: Duta Ecocampus bersepeda di bawah rimbunnya pepohonan UIN Raden Intan Lampung

Di tempat lain, Marzuki Alfian yang merupakan salah satu Duta Ecocampus UIN Raden Intan mengajak generasi milenial untuk bersama-sama secara sadar menjaga keberlangsungan bumi. “Di peringatan Hari Pohon Sedunia ini, saya mengajak teman-teman semuanya untuk menjaga dan melestarikan pohon di bumi yang kita cintai ini. Greening your life, greening your heart, and save our earth,” tutup Uki, sapaan akrabnya. (RS)