Ini Penyebab Gedung Rektorat UIN Lampung Dingin Tanpa AC

Foto: Ventilasi udara Gedung Rektorat Kampus UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung – Pernahkah mengunjungi Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung? Jika pernah berkunjung ke gedung itu dan berjalan di sisi bagian dalamnya tentu akan merasakan suasana angin semilir dan menyejukkan, dan itu bukan disebabkan karena penyejuk udara (air conditioner).

Mau tahu jawabannya? Berikut penjelasan Arinto Prabowo, S.T. seorang insinyur bidang energi yang pernah mengunjungi Gedung Rektorat UIN Lampung.
“Sistem penghawaan yang ada di gedung rektorat merupakan salah satu penerapan green building dimana gedung memungkinkan untuk mendapat sirkulasi secara alami. Dengan posisi pengarah penghawaan secara vertikal, menyebabkan arah angin pada siang hingga sore hari yang cenderung bergerak ke arah barat masuk ke arah selubung/pengarah vertikal tersebut.” Ditambahkan Arinto, “sehingga pada waktu-waktu tersebut keadaan ruangan dalam gedung rektorat tetap sejuk meskipun cuaca sedang terik.”

Foto: Gedung Rektorat Kampus UIN Raden Intan Lampung

Menurutnya, desain di Gedung Rektorat UIN Lampung sangat baik dalam rangka memenuhi kebutuhan teknis green building, karena dengan sistem penghawaan alami yang ada di gedung rektorat akan menghemat penggunaan energi listrik dan biaya operasional pada gedung. “Pada umumnya untuk penggunaan sistem pendingin gedung memerlukan energi listrik yang besar, konsep Gedung Rektorat UIN Lampung sudah sangat bagus. Green building harus memenuhi konsep antara lain sejuk, terang, dan hemat,” demikian penjelasan Arinto Prabowo, S.T. tentang konsep green building Gedung Rektorat UIN Lampung. (RS)

Green Building itu Penting, Upaya Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Foto: Gedung ICT UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung – Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2010 tentang Kriteria dan Sertifikasi Bangunan Ramah Lingkungan disebutkan dalam Pasal 1 bahwa bangunan ramah lingkungan (green building) adalah suatu bangunan yang menerapkan prinsip lingkungan dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaannya dan aspek penting penanganan dampak perubahan iklim.

Puji Rahardjo, M.Hum. menyampaikan bahwa merujuk dari Peraturan Menteri tersebut, Kampus UIN Raden Intan Lampung saat ini terus berupaya menerapkan konsep green building sebagai salah satu upaya penting dalam penanganan dampak perubahan iklim.

“Kami sudah petakan beberapa bangunan yang telah menerapkan konsep green building seperti penggunaan kaca tembus cahaya pada bangunan sehingga cahaya matahari bisa langsung masuk ke ruangan untuk mengurangi penggunaan lampu. Selain itu, kami juga memasang lampu-lampu LED yang lebih hemat energi,” jelas Wakil Ketua Tim Pengembangan Kampus Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (TPKBBL) tersebut.

Foto: Salah satu gedung di Kampus UIN Raden Intan Lampung

Menurutnya, ke depan akan terus diupayakan memaksimalkan konsep green building di Kampus Hijau UIN Raden Intan mengingat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar terwujudnya kampus yang hijau, asri dan nyaman.

Hal tersebut disambut baik oleh sivitas akademika seperti yang diungkapkan oleh Jaya Sukma, S.I.Kom. yang merupakan salah seorang staf di lingkungan kampus. Menurutnya saat ini kampus UIN Raden Intan lebih sejuk dan asri.
“Saat ini gedung-gedung baru yang telah dibangun memiliki suasana yang lebih nyaman dibanding dengan gedung lama yang ada di kampus. Sehingga hal ini saya rasakan sangat berdampak pada produktivitas karyawan yang semakin meningkat,” ungkap Jaya Sukma. (RS)